Abai atau Peduli



Belakangan ini, peristiwa demi peristiwa bencana alam terjadi di negeri kita. Tak tahu siapa yang bisa disalahkan, Karena ini semua bukanlah kesalahan manusia semata. Tuhan berkehendak demikian. Peristiwa yang telah meluluhlantakkan beberapa wilayah di negeri ini. Berita-beritapun hadir silih berganti mengikuti perkembangan informasi. Bala bantuan datang dari berbagai penjuru negeri. Bangsa ini menjadi satu, bahu membahu untuk membantu masyarakat terdampak bencana. 

Lalu, ku coba merenung..
Selama ini aku hidup tanpa beban. Keluarga dan saudara-saudaraku masih dalam keadaan baik-baik saja. Aku tak merasakan sakit ataupun luka mendalam akibat kehilangan. Tidak seperti mereka yang merasakan sebaliknya.

Aku merasa tak membantu dalam hal apapun, saudara sebangsaku sedang terkena musibah yang begitu besar. Sementara aku disini tak merasakan musibah apapun. Aku masih bisa tertawa lepas disaat mereka susah, tanpa bisa membantu baik dengan jiwa maupun raga.

Entah merasa peduli atau tidak. Aku hanya menonton ataupun sekadar membaca berita tersebut tanpa merasakan hal yang mereka rasa. Dilanda bencana yang membuat mereka kehilangan berbagai hal. ku disini hanya diam tanpa membantu hal apapun. Tanpa melakukan hal yang berarti. Tak ada lagi jiwa empati. Rasanya itu telah mati. Aku terlalu abai dengan semua ini. 

Hanya rasa duka dan prihatin atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita.
Meskipun begitu, aku ataupun kita bisa panjatkan doa untuk keselamatan saudara-saudara kita disana.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.