Anak kos yang khawatir pulang kampung di tengah Pandemi Covid-19

 


Sebagai anak kos yang ngga bisa pulang ke rumah, saya merasa iri yang teramat dengan orang lain yang bisa pulang bertemu keluarga. Karantina mandiri di rumah dengan di kos tentunya amat berbeda, bagai langit dan inti bumi.


Ketika anjuran untuk #stayathome mulai gencar di(galakkan), satu persatu teman merantau mulai kembali, pergi untuk pulang ke kampung masing-masing. Padahal, sebelumnya sudah ada anjuran untuk tidak mudik.


Namun saya tidak bisa mengikuti jejak mereka untuk pulkam, meskipun sebelum wabah ini menjadi kepanikan di negeri ini saya sudah berniat untuk pulang mengurus suatu kepentingan wajib, namun setelah meningkatnya jumlah kasus setiap harinya. Saya mengurungkan niat saya. Saya tidak mau menjadi pembawa virus, mungkin sekarang saya masih sehat, tapi tak selamanya begitu jika saya tetap memaksa diri untuk pulang di tengah keadaan ini.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.