Belajar mencintai lingkungan itu gampang-gampang susah
Peka dan peduli terhadap lingkungan itu sebenarnya kewajiban hakiki bagi kita. Sebagai salah satu makhluk yang numpang hidup di bumi, keberadaan kita saja sudah pasti berdampak untuk bumi. Makanya itu amat penting untuk kita bijak berbuat dan berperilaku terhadap lingkungan, yaitu dengan cara menerapkan perilaku cinta lingkungan ♥.
Mencintai lingkungan tidak melulu soal mengurangi plastik atau menanam pohon, kok. Ada banyak wujud cinta lingkungan yang bisa dilakukan, misalnya seperti mengurangi penggunaan energi sehari-hari, tidak membuang sampah sembarangan (apalagi di sungai atau pantai/laut), mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan mengganti dengan sepeda, perbanyak gunakan kendaraan umum saat bepergian, tidak membuang-buang makanan, atau sesederhana ikut dalam kampanye lingkungan di media sosial.
Untuk menjadi orang yang cinta dan peduli pada lingkungan memang gampang-gampang susah. Bisa dibilang gampang untuk memulai namun begitu sulit untuk tetap konsisten. Makanya banyak orang yang masih bersikap masa bodoh pada kondisi lingkungan saat ini dan terus melanjutkan hidup dengan serampangan, yang tentu saja merugikan lingkungan.
Menyoal sampah plastik, sedikit kabar baiknya, sudah banyak pihak yang mulai tergerak untuk mendorong masyarakat menguranginya. Dalam beberapa tahun terakhir, terlihat banyak sekali gerakan-gerakan sosial yang menyerukan kita untuk mengurangi sampah plastik. Salah satunya dengan munculnya istilah gaya hidup zero waste yang mencoba menerapkan gaya hidup nol sampah. Selain itu, ada pula kebijakan plastik berbayar di berbagai daerah yang mulai diterapkan sejak tahun 2016.
Berkaca pada diri sendiri, saya juga mulai tergerak untuk belajar mencintai lingkungan khususnya dalam mengurangi penggunaan plastik. Saya menyadari betapa bahayanya plastik bagi lingkungan dan makhluk hidup. Sampah plastik bukan hanya memberi dampak buruk bagi hewan, manusia pun turut merasakannya (walau masih banyak orang tidak menyadarinya). Berbeda dari sampah organik, sampah plastik ini sangat sulit terurai di alam. Butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk dapat mengurainya.
Demi belajar mencintai lingkungan, saya pun menerapkan hal-hal kecil yang dapat mengurangi sampah yang saya hasilkan. Saya mulai membiasakan diri membawa kantong belanja reusable dan botol minum ketika bepergian, saya mengurangi sedotan plastik dengan menggunakan sedotan stainless yang pernah tren pada zamannya (yg sampe skrg masih dipake ketika konsumsi minuman kalo di rumah aja, karena males dibawa ke mana-mana), saya memilah sampah di rumah (walau kadang masih malas), saya juga sudah tidak menggunakan kantong plastik sebagai wadah penampung sampah.
Saya memang sudah mulai peduli lingkungan dengan mengurangi sampah. Namun saya masih merasa kesulitan untuk konsisten menjalankannya. Tentu saja saya masih menggunakan plastik, meski tidak sebanyak sebelumnya. Mungkin saya perlu mengingatkan diri dengan lebih sering membaca berita dan menonton video tentang permasalahan lingkungan biar nggak keseringan khilaf pake plastik.
Sebagai orang yang sedang belajar mencintai lingkungan, kerap kali saya menemui titik jenuh dan merasa putus asa. Di satu sisi, saya merasa harus peduli pada lingkungan hidup dengan melakukan berbagai cara seperti mengurangi sampah dan penggunaan energi. Di sisi lain, saya merasa hal yang saya lakukan hanya sendiri ini tentu tidak berdampak besar bagi bumi. Saya merasa ini sia-sia. Meski saya sudah mengurangi plastik semampunya, produksi plastik tidak serta-merta berkurang, juga masih ada berjibun gedung-gedung besar di luar sana yang menghabiskan listrik berkali-kali lipat dari yang saya coba kurangi, pun masih berlimpah limbah sisa makanan hasil pembuangan dari orang lain, restoran, maupun hotel. So sad :(.
Andai saja semua manusia di bumi sadar untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, mungkin saja beragam peristiwa bencana akibat sampah, polusi udara, pencemaran air, maupun krisis iklim nggak akan terjadi. Namun sayangnya banyak orang yang abai begitu saja hingga terjadilah bencana global yang sedang kita hadapi saat ini.
Belajar mencintai lingkungan itu gampang-gampang susah
Reviewed by Destri Ananda
on
Mei 12, 2020
Rating: 5
Reviewed by Destri Ananda
on
Mei 12, 2020
Rating: 5



























